Rabu, 22 Agustus 2012

Bobot Naik Setelah Lebaran ?

Wanita dan kesehatan - Lebaran telah usai ? kenaikan berat badan meningkat setelah jor joran kue lebaran ??? Setiap kenaikan berat badan terjadi karena asupan yang masuk lebih banyak daripada energi yang keluar. Sehingga tidak heran, biasanya setelah hari Lebaran, berat badan cenderung naik setelah beberapa hari bersilaturahmi bersama sanak saudara.

Tetapi, biasanya kenaikan berat badan yang terjadi lebih besar daripada bila makan dengan porsi yang sama di hari biasa. Kenapa bila selama berpuasa asupan makanan pun jadi lebih sedikit.

Dampaknya, metabolisme tubuh pun melambat. Hal ini terutama terjadi bila kita sengaja melupakan sahur dan saat berbuka puasa. Sehingga porsi dan gizi yang masuk sangat jauh di bawah rata-rata kebutuhan per hari. Artinya, di saat tubuh kekurangan makanan, maka secara otomatis akan membatasi jumlah energi yang dipakai untuk mengelola tubuh.

Penurunan kecepatan metabolisme ini diperparah oleh kurangnya gerak karena khawatir dehidrasi atau kelaparan saat puasa. Bila waktu Lebaran pola makan Anda sangat berantakan dan asupan kalori berlebihan, maka berat badan akan naik secara cepat.
Apa yang harus dilakukan?

1. Jangan panik dan langsung puasa lagi. Bila kita berdiet ketat, maka metabolisme akan semakin melambat dan kemungkinan untuk terjerumus ke siklus 'yoyo' akan lebih tinggi lagi. Maka, yang sudah terjadi biarkan terjadi. Pikirkan rencana Anda selanjutnya.

2. Mulailah dengan membersihkan kulkas dan lemari dapur dari camilan Lebaran. Hari Raya telah berlalu, masa menikmati makanan yang bersantan, manis dan berminyak sudah lewat. Bagikan sisa makanan kepada asisten rumah tangga, satpam atau tukang sayur. Tak ada salahnya berbagi kebahagiaan.

3. Mulailah berbelanja makanan sehat. Pastikan bumbu dapur Anda lengkap, bila perlu belilah bumbu yang sudah dihaluskan. Simpan dada ayam, fillet ikan, dan telur dalam kulkas atau freezer. Sayur tidak berdaun seperti brokoli,buncis dan wortel harus ada dalam kulkas. Sehingga, bila Anda lapar, Anda tidak hanya mengandalkan pesan makanan siap saji. Makanan segar olahan sendiri jauh lebih sehat dikonsumsi, bukan?

4. Bila Anda makan 3 kali sehari, batasilah 1 kali sehari makan yang digoreng atau olahan tepung. Ini adalah langkah awal untuk mengurangi asupan kalori Anda. Prioritaskan memasak makanan Anda dengan membakar, steam, grill, pepes, ungkep atau mengolah menjadi bentuk kuah seperti kuah asam, sup atau soto.

5. Mulailah hidup lebih aktif. Kenakan sepatu yang nyaman sehingga Anda dapat lebih banyak berjalan. Parkirlah agak jauh dan gunakan tangga bila harus naik 2-3 lantai saja. Lebih baik lagi bila Anda bisa meluangkan waktu berolahraga 2 kali seminggu.

Perempuan Lebih Rentan Terserang Penyakit Jantung

Wanita dan Kesehatan - Kaum wanita memiliki risiko mengidap penyakit diabetes, kolesterol dan penyakit jantung. Terutama mereka yang memiliki berat badan berlebihan Apabila ini tidak diantisipasi sejak dini, risikonya sangat fatal.
Ini disampaikan dr. Leonora Tiluata, SpJp, FIHA ketika menjadi pembicara utama dalam seminar sehari tentang kesehatan. Seminar bertopik "Mengenal Gejala Sakit Jantung dan Upaya Mengatasi Dini serta Tindakan Penyelamatan" yang berlangsung di Aula El Tari, Rabu (9/11/2011).
Dalam seminar yang dihadiri Ketua Dharma Wanita Propinsi NTT, Ny, Bertha Salem, dia mengatakan, penyakit jantung  dan pembuluh darah  atau cardiovascular disease (CVD) masih merupakan  penyebab utama  kematian di dunia.

Kematian akibat serangkan penyakit CVD, lanjutnya, sering terjadi dan datang secara mendadak. Umumnya penyakit itu   menyerang sebelum penderita  mendapat pertolongan medis.

Penyakit itu, kata Leonora, lebih banyak akibat kombinasi beberapa faktor  yang berhubungan dengan  gaya hidup dan faktor fisiologis dan biokimia tubuh.
Dalam kaitan dengan gaya hidup seperti dikatakan Tiluata, pola makan yang tidak terkontrol secara baik menjadi pemicu munculnya penyakit diabetes, jantung dan kolesterol.
"Apabila sudah ada kolesterol serta diabetes maka risiko akan terjadinya penyakit jantung sangat terbuka. Ini harus diwaspadai. Setiap hari ibu-ibu memasak makanan bagi kebutuhan keluarga, tentunya cakupan gizi harus diperhatikan. Sajikanlah menu makanan yang tidak berisiko bagi penyakit jantung," kata Tiluata.
Menurutnya, peran kaum wanita khususnya ibu rumah tangga dalam mencegah terjadinya penyakit jantung, sangat penting. "Sajikanlah makanan yang tidak mengandung lemak tinggi. Kalau ini tidak diperhatikan, maka maka risiko terkena penyakit jantung, kolesterol dan diabetes sangat terbuka," ujarnya.

5 Besar Penyakit yang Sering Diidap Wanita

Wanita dan Kesehatan - Penyakit bisa menyerang siapa saja. Namun, wanita lebih berisiko terjangkit suatu penyakit. Kenalilah berbagai penyakit yang sering diidap wanita, dilansir melalui Boldsky (7/3).

Osteoporosis
Saat wanita menginjak usia 40 tahun, rasa sakit dan nyeri akan menjadi teman keseharian dalam hidupnya. Penyebabnya ialah kurangnya jumlah kalsium dalam tulang. Maka, jika Anda tidak ingin duduk di kursi roda saat menginjak usia 50 tahun, mulailah menabung kalsium demi tulang yang sehat. Makan makanan berkalsium tinggi, seperti keju, yogurt, brokoli, sawi dan ikan. Selain itu, rutin melakukan olahraga agar penyerapan kalsium maksimal dan lengkapi dengan berjemur pada waktu pagi.

Serangan Jantung
Data statistik menunjukkan bahwa 10 tahun terakhir jumlah penderita serangan jantung pada wanita mengalami peningkatan dan jumlah wanita yang masih bertahan hidup dari penyakit mematikan ini amatlah sedikit. Para wanita cenderung mengabaikan rasa sakit yang dirasakan tubuhnya, seperti nyeri dada, yang diikuti nyeri pundak, mual, muntah dan sulit bernafas. Ubah gaya hidup, makan makanan sehat dan rutin berolahraga bisa menjadi cara pencegahan terbaik.

Depresi
Depresi pada wanita semakin meningkat dan menjadi akut. Baru-baru ini diketahui adanya ketidakseimbangan hormonal setelah menopause bisa menjadi penyebab utama depresi, yang memicu risiko ledakan psikotik dan keinginan bunuh diri. Lakukan kegiatan-kegiatan yang membuat diri berinteraksi aktif dengan orang lain dan tak lupa beristirahat bisa menekan produksi hormon stres.

Kanker Payudara dan Serviks
Kanker payudara merupakan pembunuh nomor satu di kalangan wanita saat ini dan kanker servik mengikuti setelahnya. Semua wanita berusia 20-50 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara secara teratur yang dapat mendeteksi dini kanker payudara.

PCOS
Jika wanita mengalami menstruasi tidak teratur, maka bisa saja sedang mengalami pembesaran indung telur (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS). Umumnya, penyakit ini disebabkan gangguan hormonal yang terjadi pada masa reproduktif wanita. Gaya hidup tak sehat turut menjadi penyebab terjadinya PCOS. Data terbaru juga menunjukkan bahwa 1 dari 3 wanita diketahui memiliki PCOS dan harus dilakukan pencegahan dengan mengonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan.

Upaya Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Wanita dan Kesehatan - Kasus kanker payudara di Amerika Serikat tertinggi di dunia, mencapai 112,6 per 100.000 orang. Di Inggris, kanker payudara adalah jenis penyakit paling umum menyerang wanita. Setiap tahun sekitar 47.000 perempuan Inggris didiagnosis dengan penyakit ini dan sekitar 341 orang laki-laki juga.

Medicalnewstoday menyebutkan, angka kanker payudara telah meningkat dari tahun ke tahun. Diyakini bahwa faktor nutrisi dan gaya hidup, seperti konsumsi alkohol yang berlebihan, diet tinggi lemak, diet rendah serat, dan obesitas, berperan dalam risiko kanker payudara. .


Mariette Abrahams, juru bicara ahli gizi freelance terdaftar, menjelaskan, saat ini semakin tinggi permintaan bagaimana upaya mencegah kanker payudara dan perawatan sejak dini.

"Di masa depan, kita mungkin dapat memberikan saran diet yang lebih pribadi untuk individu yang telah mewarisi varian gen yang meningkatkan risiko mengembangkan kanker payudara," kata Abrahams.

Namun sebagai upaya pencegahan dini, berikut beberapa cara mengurangi risiko kanker payudara:

1. Kontrol berat badan.
Pastikan Anda melakukan latihan fisik secara teratur, dan memilih makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak, sehingga berat badan Anda bisa dikontrol.

2. Lebih banyak konsumsi vegetarian
Makan lebih banyak buah dan sayuran, serat, kacang-kacangan, seperti kedelai, karena diketahui bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara. Cobalah untuk makan setidaknya 5 porsi sehari. Kunjungi ahli gizi Anda untuk membantu cara sederhana memasukkan lebih banyak buah dan sayuran dalam diet Anda.

3. Turunkan asupan lemak jenuh
Hindari makanan lemak jenuh terutama dari produk hewani, dan gantikan dengan lemak baik yang ditemukan dalam alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan salmon.

4. Kurangi Garam dan asupan gula
Kurangi asupan garam dalam setiap makanan Anda dan hindari mengkonsumsi kue, kue kering, dan biskuit karena mengandung gula halus.

5. Perhatikan konsumsi alkohol Anda
Wanita yang mengkonsumsi terlalu banyak alkohol secara teratur memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Untuk menurunkan risiko, Anda direkomendasikan untuk mengkonsumsi hanya 2-3 unit per hari, atau 14 unit per minggu. Satu unit adalah sama dengan setengah gelas standar minum anggur atau 175ml.


Faktor lain juga dapat mengurangi risiko kanker payudara, seperti menyusui, cukup mengkonsumsi vitamin D, dan tidak merokok.

Nyeri Pada Payudara, Apakah Gejala Kanker?

Pertanyaan :
Dok, saya perempuan berusia 20 tahun,saya mau tanya apa saja tanda-tanda kanker itu? benjolan seperti apa yang terjadi pada kanker payudara? setiap saya mau haid sampai setelah haid, payudara saya terasa nyeri dan seperti ada benjolan, apa itu kanker dok? dan apakah seumuran saya bisa terkena kanker itu dok? mohon penjelasannya dok, terimakasih.
Fitri, Tangerang, 20 Tahun

Jawaban :
Hi Mbak Fitri, sangat bagus di usia muda sudah memiliki kesadaran untuk memahami kesehatan diri sendiri. Berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan, maka dapat dijelaskan bahwa kondisi serta tanda-tanda kanker tidak selalu spesifik. Namun biasanya, secara umum ditandai dengan penurunan berat badan, penurunan nafsu makan dan penurunan semangat hidup. Dalam hal ini, dapat disertai atau tanpa disertai adanya benjolan (tumor).

Benjolan pada payudara harus diperiksa sedini mungkin, sehingga bisa diidentifikasi apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak. Terlebih kondisi nyeri dan benjolan payudara datang hanya saat pra dan pasca menstruasi. Patut diketahui, bahwa ketika anda haid, maka terjadi perubahan hormonal di seluruh tubuh anda, perubahan hormonal tersebut dapat mempengaruhi kondisi tubuh anda, baik kondisi secara fisik, maupun kondisi “mood”.

Untuk itu pemeriksaan lanjutan dan deteksi fisik perlu dilakukan. Tentu saja Kanker tidak mengenal usia, pada usia berapapun dapat terkena kanker. Yang patut dilakukan untuk dapat menghindari diri dari faktor resiko kanker adalah melakukan perbaikan kondisi kesehatan pribadi, seperti menjaga asupan makanan sehat, melakukan aktifitas fisik dan menjalankan gaya hidup sehat, seperti diantaranya tidak merokok serta minum alkohol.

Aspek preventif yang menjadi penting untuk dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan rutin kepada dokter Anda, serta dapat pula melaksanakan tindakan imunisasi dewasa. Salah satu bentuk Kanker pada seorang wanita yang paling mudah dideteksi adalah kanker mulut rahim (kanker serviks) dengan cara papsmear (bagi wanita yang sudah menikah).
Demikian yang dapat disampaikan, semoga Mbak Fitri dapat memahaminya ya, salam. (RS)
dr Ricky Susanto, SpOG